Senin, 21 Januari 2013

Pendekatan Konstruktivime

Pendekatan Konstruktivisme adalah salah satu filsafat pengetahuan yangmenekankan bahwa pengetahuan adalah konstruksi (bentukan) sendiri danjuga pengetahuan bukanlah suatu tiruan dari kenyataan (realitas).

Teori atau aliran ini merupakan landasan berfikir bagi Pendekatan konstruktivisme,dimana dalam pengetahuan ini mahasiswa/i merupakan suatu yang dibangun atau ditentukan oleh mahasiswa/i sendiri. Jadi pengetahuan bukanlah seperangkat fakta, konsep atau kaidah yang diingat siswa, tetapi siswa harus dapat merekonstruksi pengetahuan itu tidak sekedar diingat melainkan dapat dipahaminya kemudian memberi makan melalui pengalaman nyata.

Dalam hal ini mahasiswa harus dilatih untuk memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya dan bergulat dengan ide-ide dan kemudian mampu merekonstruksinya dalam bentuk realita.Atas pertimbangan itu, maka proses pembejaran harus dikemas dandikelola menjadi proses merekonstruksi, bukan menerima informasi atau pengetahuan dari dosen. Dalam hal ini akan membangun sendiri pengetahuannya melalui keterlibatan secara aktif dalam proses pembelajaran .Jadi perlu difahami lebih mendalam, bahwa pengetahuan bukanlah gambaran dari dunia kenyataan yang ada. Pengetahuan selalu merupakan akibat dari suatu konstruksi kognitif kenyataan melalui kegiatan seseorang.Maka pengetahuan bukanlah tentang dunia lepas dari pengamat tetapimerupakan ciptaan manusia yang dikonstruksikan dari pengalaman atausejauh dialaminya.
Proses pembentukan ini berjalan terus menerus dengan setiap kali mengadakan reorganisasi karena adanya suatu pemahaman yangbaru.Tampak bahwa pengetahuan lebih menunjuk pada pengalamanseseorang akan dunia daripada dunia itu sendiri.

Tanpa pengalaman itu,seseorang tidak dapat membentuk pengetahuan. Pengalaman tidak harusdiartikan sebagai pengalaman fisik, tetapi juga dapat diartikan sebagai pengalaman kognitif dan mental. Konstruktivis menyatakan bahwa semua pengetahuan yang kita perolehadalah konstruksi kita sendiri, maka mereka menolak kemungkinan transferpengetahuan dari seseorang kepada yang lain bukan secara prinsipil.Pengetahuan bukanlah suatu barang yang dapat ditransfer begitu saja daripikiran yang mempunyai pengetahuan.

Bahkan bila seseorang dosen bermaksud mentransfer konsep, ide, dan pengertiannya kepada seorang yang didiknya,pemindahan harus diinterpretasikan dan dikonstruksikan oleh simurid lewatpengalamannya Mengajar dalam pendekatan konstruktivisme bukan kegiatan yang memindahkan pengetahuan dari guru ke siswa, melainkan suatu kegiatan yang memungkinkan mahasiswa membangun sendiri pengetahuannya. Mengajar berartipartisipasi dengan pelajaran dalam membentuk pengetahuan, membuatmakna, mencari kejelasan, bersikap kritis, dan mengadakan jastifikasi.

Jadi,mengajar adalah suatu belajar bentuk sendiri. Menurut prinsip konstruktivisme seorang pengajar berperan sebagai mediator dan fasilitator yang membantu agar proses belajar siswa berjalan dengan baik.Filsafat dalam pendekatan kontruktivisme dosen berfungsi sebagai mediator dan fasilitator dapat dijabarkan dalam beberapa tugas sebagai berikut:

a. Menyediakan pengalaman belajar yang memungkinkan murid bertanggung jawab dalam membuat rancangan, dan penelitian.
Karena itu,jelas memberi kuliah atau ceramah bukanlah tugas utama seorang dosen Menyediakan atau memberikan kegiatan-kegiatan yang merangsang keingintahuan mahasiswanya dan membantu mereka untuk mengekspresikan gagasan-gagasannya dan mengkomunikasikan ide ilmiah mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komunikasi Marah (Communication Angry)

Komunikasi suatu interaksi manusia yang memiliki umpan balik (feed back) kepada lawan bicaranya untuk membahas suatu masalah. Dalam melakuk...