Minggu, 24 Maret 2013

PENGERTIAN KOMUNIKASI MASSA

A.PENGERTIAN KOMUNIKASI MASSA

Komunikasi massa yang paling sederhana dikemukakan oleh Bittner ( Rakhmat, 2003 : 188), yakni : komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang (massa communication is messages communicated through a mass medium to a large number of people). 

Definisi tersebut dapat diketahui bahwa komunikasi massa itu harus menggunakan media massa. Jadi, sekalipun komunikasi itu disampaikan kepada khalayak yang banyak, seperti rapat akbar di lapangan luas yang dihadiri oleh ribuan, bahkan puluhan ribu orang, jika tidak menggunakan media massa, maka itu bukan komunikasi massa.

Media komunikasi yang termsuk media massa adalah : radio siaran dan televisi – keduanya dikenal sebagai media elektronik; surat kabar dan majalah – keduanya disebut sebagai media cetak; serta media film. Film sebagai media komunikasi massa adalah film bioskop.

Komunikasi massa yang lebih perinci dikemukakan oleh ahli komunikasi lain, yaitu Gerbner. Menurut Gerbner (1967) “Massa communication is the tehnologically and institutionally based production and distribution of the most broadly shared continuous flow of messages in industrial societies”. (Komunikasi massa adalah produksi dan distribusi yang berlandaskan teknologi dan lembaga dari arus pesan yang kontinyu serta paling luas dimiliki orang dalam masyarakat industry (Rakhmat, 2003 :188).

Definisi Gerbner tergambar bahwa komunikasi massa itu menghasilkan suatu produk berupa pesan-pesan komunikasi. Produk tersebut disebarkan, didistribusikan kepada khalayak luas secara terus-menerus dalam jarak waktu yang tetap, misalnya harian, mingguan, dwimingguan atau bulanan. 

Komunikasi massa yang dikemukakan Wright ini nampaknya merupakan definisi yang lengkap, yang dapat menggambarkan karakteristik komunikasi massa secara jelas. 

Menurut Wright, bentuk baru komunikasi dapat dibedakan dari corak-corak yang lama karena memiliki karakteristik utama sebagai berikut : diarahkan pada khalayak yang relative besar, heterogen dan anonym, pesan disampaikan secara terbuka, seringkali dapat mencapai kebanyakan khalayak secara serentak, bersifat sekilas; komunikator cenderung berada atau bergerak dalam organisasi yang kompleks yang melibatkan biaya besar.

Proses komunikasi massa, mulai dari menyusun pesan sampai pesan diterima oleh komunikan. Misalnya, bila pesan disampaikan melalui media cetak (majalah dan surat kabar), maka pihak yang terlibat diantaranya adalah pemimpin redaksi, editor, lay-out man, editor, korektor. 

Sedangkan bila pesan disampaikan melalui media elektronik radio siaran, maka pihak yang terlibat diantaranya adalah penyiar dan operator. Komunikasi massa dikemukakan oleh Severin & Tankard Jr., And Uses In The Mass Media yang definisinya diterjemahkan oleh Effendy sebagai berikut; ‘Komunikasi massa adalah sebagian keterampilan, sebagian seni dan sebagian ilmu. Ia adalah keterampilan dalam pengertian bahwa ia meliputi teknik-teknik fundamental tertentu yang dapat dipelajari seperti memfokuskan kamera televise, mengoperasikan tape recorder atau mencatat ketika berwawancara. Ia adalah seni dalam pengertian bahwa ia meliputi tantangan –tantangan kreatif seperti menulis skrip untuk program televise, mengembangkan tata letak yang estetis untuk iklan majalah atau menampilkan teras berita yang memikat bagi sebuah kisah berita. 

Ahli komunikasi lainnya, Joseph A. Devito merumuskan definisi komunikasi massa yang pada intinya merupakan penjelasan tentang pengertian massa serta tentang media yang digunakannya. 
B. KARAKTERISTIK KOMUNIKASI MASSA 
C. PERANAN KOMUNIKASI MASSA Sejumlah muda-mudi yang lolos seleksi “Indonesian Idol”di RCTI, dalam waktu yang relative singkat menjadi artis penyanyi yang popular dan memiliki banyak penggemar, sehingga konser “Indonesian Idol” di Sasana Budaya Bandung dan di kota-kota besar lainnya berhasil menyedot penonton yang melimpah. Dominick ( 2000 ) mengatakan bahwa dalam melihat fungsi dan kegunaan komunikasi massa, perlu dilakukan dua bentuk analisis, yakni analisis makro (wide-angle lens) dan analisis mikro (close-up lens). Kedua metode ini, baik analisis makro maupun analisis mikro, kadangkala memiliki hasil yang sama pada khalayak dalam wide-angle lens atau wide-angle view ( sudut pandang yang lebih luas), Gamble dan Gamble (2001) mengatakan, sejak lahir sampai meninggal, semua bentuk komunikasi memainkan peranan dan menjadi bagian yang menyatu dalam kehidupan manusia. Contoh, seorang ibu yang menjadi dosen dan memegang jabatan structural di kampus, sebelum ke kantor menghabiskan waktunya hampir satu jam untuk membaca Koran pagi. 

Kemudian ketika berangkat ke kampus Unpad Jatinangor yang berjarak sekitar 25 km dari rumahnya, sambil menyetir mobil ibu tersebut mendengarkan radio siaran selama satu setengah jam. Sepulang mengajar ia kembali mendengarkan radio siaran. Sampai di rumah ia menyempatkan kembali membaca Koran sore atau majalah berita mingguan. Malam hari ia menonton televise sambil bercengkerama dengan keluarga. A.PENGERTIAN PROSES KOMUNIKASI MASSA Gejala umum yang dapat dilihat dari suatu proses adalah bahwa proses merupakan suatu peristiwa yang berlangsung secara kontinyu, tidak diketahui kapan mulainya dan kapan akan berakhirnya. Dalam operasionalnya, proses memerlukan berbagai komponen(elemen) penunjang. 

Demikian pula dengan komunikasi yang pada hakikatnya merupakan suatu proses, berlangsungnya komunikasi sudah pasti memerlukan berbagai komponen (elemen). Pengertian komponen di sini adalah bagian –bagian yang terpenting dan mutlak harus ada pada suatu keseluruhan atau kesatuan. Tiga komponen yaitu source, message, dan destination atau komunikator, pesan, komunikan. Apabila salah satu dari ketiga komponen tersebut tidak ada, maka komunikasi tidak dapat berlangsung. Namun demikian ketiga komponen tersebut masih terdapat komponen lainnya yang berfungsi sebagai pelengkap. Artinya, jika komponen tersebut tidak ada, maka tidak akan formula Lasswell dapat dipahami bahwa dalam proses komunikasi massa terdapat ilmu unsur yang disebut komponen atau unsure dalam proses komunikasi, 

1.Who ( Siapa ) : Komunikator, orang yang menyampaikan pesan dalam proses komunikasi massa, bisa perorangan atau mewakili suatu lembaga, organisasi maupun instansi. Segala masalah yang bersangkutan dengan unsur “siapa “ memerlukan analisis control (control analysis) yaitu analisis yang merupakan subdivisi dari riset lapangan. 

2.Says What (apa yang dikatakan) : pernyataan umum, dapat berupa suatu ide, informasi, opini, pesan dan sikap, yang sangat erat kaitannya dengan masalah analisis pesan. 

3.In which channel (melalui saluran apa) : media komunikasi atau saluran yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan kounikasi. 

4.To Whom (kepada siapa): komunikan atau audience yang menjadi sasaran komunikasi . kepada siapa pernyataan tersebut di-tujuan, berkaitan dengan masalah penerima pesan. Dalam hal ini diperlukan adanya analisis khalayak ( audience analysis).

5.With what effect (dengan efek apa): hasil yang dicapai dari usaha penyampaian pernyataan umum itu pada sasaranyang dituju.

1 komentar: